Tak Terhalang Jarak, LPQMS Masjid Syuhada Lanjutkan Daurah Tuhfatul Athfal melalui Setoran Sanad Tajwid Online
Belajar Al-Qur’an tidak berhenti pada penguasaan bacaan, tetapi juga membutuhkan kesungguhan dalam menjaga ketepatan ilmu yang menjadi landasannya. Semangat tersebut diwujudkan oleh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Masjid Syuhada (LPQMS) melalui kegiatan setoran untuk pengambilan sanad kitab tajwid Tuhfatul Athfal yang dilaksanakan pada Senin (19/10/2026).
BERITA
Humas Syuhada
10/26/20262 min read


Foto: Pelaksanaan pengambilan sanad kitab tajwid Tuhfatul Athfal secara online (19/10/2026)
Tak Terhalang Jarak, LPQMS Masjid Syuhada Lanjutkan Daurah Tuhfatul Athfal melalui Setoran Sanad Tajwid Online
YOGYAKARTA — Belajar Al-Qur’an tidak berhenti pada penguasaan bacaan, tetapi juga membutuhkan kesungguhan dalam menjaga ketepatan ilmu yang menjadi landasannya. Semangat tersebut diwujudkan oleh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Masjid Syuhada (LPQMS) melalui kegiatan setoran untuk pengambilan sanad kitab tajwid Tuhfatul Athfal yang dilaksanakan pada Senin (19/10/2026). Kegiatan ini menjadi kelanjutan dari program Daurah Tuhfatul Athfal yang sebelumnya diselenggarakan LPQMS sebagai bagian dari upaya memperdalam ilmu tajwid dan memperkuat tradisi pembelajaran Al-Qur’an.
Setoran pengambilan sanad ini merupakan tahapan lanjutan bagi peserta setelah mengikuti Daurah Tuhfatul Athfal. Jika daurah menjadi ruang untuk mempelajari dan mendalami materi kitab, kegiatan setoran memberikan kesempatan bagi peserta untuk menunjukkan penguasaan terhadap materi yang telah dipelajari sesuai dengan ketentuan program. Melalui tahapan ini, proses pembelajaran tidak hanya diarahkan pada penyampaian pengetahuan, tetapi juga pada upaya menjaga kesinambungan proses belajar dan memastikan peserta memiliki pemahaman yang memadai terhadap materi tajwid yang dipelajari.
Kitab Tuhfatul Athfal merupakan salah satu kitab dasar yang banyak dipelajari dalam tradisi keilmuan tajwid. Kitab berbentuk nazam yang disusun oleh Syekh Sulaiman bin Husain bin Muhammad Al-Jamzuri ini membahas sejumlah kaidah penting dalam membaca Al-Qur’an, khususnya hukum nun sukun dan tanwin, mim sukun, serta berbagai pembahasan tajwid lainnya. Mempelajari kitab ini menjadi salah satu jalan bagi penuntut ilmu untuk memperkuat pemahaman mengenai kaidah bacaan Al-Qur’an secara terstruktur.
Pelaksanaan setoran dilakukan secara daring (online), mengikuti format penyelenggaraan Daurah Tuhfatul Athfal sebelumnya. Pemanfaatan metode pembelajaran jarak jauh ini memberikan fleksibilitas bagi peserta untuk mengikuti tahapan program dari lokasi masing-masing tanpa harus hadir secara langsung di satu tempat. Dengan demikian, kendala geografis dan jarak tidak harus menjadi penghalang bagi mereka yang ingin melanjutkan proses belajar dan memperdalam ilmu tajwid.
Model pembelajaran daring juga membuka peluang bagi LPQMS untuk menjangkau peserta dari wilayah yang lebih luas. Fleksibilitas waktu dan tempat menjadi salah satu keunggulan yang dapat mendukung keberlanjutan program pendidikan Al-Qur’an, terutama bagi peserta yang memiliki keterbatasan mobilitas atau kesulitan menjangkau lokasi kegiatan secara langsung. Meski dilaksanakan secara daring, proses setoran tetap menjadi bagian penting dari rangkaian pembelajaran yang menuntut kesungguhan, persiapan, dan tanggung jawab peserta dalam mempelajari materi.
Keberlanjutan program dari daurah menuju setoran pengambilan sanad menunjukkan pentingnya proses pembelajaran yang berjenjang. Peserta tidak hanya memperoleh materi dalam satu kegiatan, tetapi juga memiliki kesempatan untuk melanjutkan proses belajar melalui tahapan berikutnya. Pendekatan ini sejalan dengan semangat menjaga tradisi keilmuan Islam, yang menempatkan proses belajar, ketekunan, dan kesinambungan pengajaran sebagai bagian penting dalam mempelajari ilmu agama.
Melalui kegiatan ini, LPQMS Masjid Syuhada terus berupaya menghadirkan program pembelajaran Al-Qur’an yang adaptif terhadap perkembangan teknologi tanpa meninggalkan esensi pendalaman ilmu. Pemanfaatan platform daring menjadi salah satu ikhtiar untuk memperluas akses belajar, sementara keberlanjutan program tetap diarahkan pada penguatan pemahaman peserta terhadap ilmu tajwid.
Pada akhirnya, kegiatan setoran pengambilan sanad kitab Tuhfatul Athfal bukan sekadar kelanjutan agenda pembelajaran, melainkan bagian dari ikhtiar menjaga kesinambungan ilmu Al-Qur’an agar terus dipelajari dan diwariskan. Melalui program yang terstruktur dan fleksibel, LPQMS berharap semakin banyak penuntut ilmu memperoleh kesempatan untuk memperdalam tajwid, meningkatkan kualitas bacaan Al-Qur’an, serta mengambil bagian dalam menjaga tradisi keilmuan Islam lintas generasi.
-----------------
Humas Syuhada
Sejarah
Masjid bersejarah, penghargaan para pejuang.
Dakwah
Pendidikan
+62851-1702-1952
© 2024. All rights reserved.
