Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar Al-Qur’an, LPQMS Masjid Syuhada Dampingi Lansia di Bantaran Kali Code

Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Masjid Syuhada (LPQMS) menyelenggarakan kegiatan NASLA (Ngaji Semangat Lansia) LPQ yang dilaksanakan rutin pada Rabu (14/10/2026) di kawasan Jetis, tepatnya di sekitar bantaran Sungai Code, Yogyakarta.

BERITA

Humas Syuhada

10/19/20262 min read

Foto: Kegiatan ngaji pembalajaran Al-Qur'an untuk lansia di kawasan sekitar bantaran kalicode (14/10/2026)

Tak Ada Kata Terlambat untuk Belajar Al-Qur’an, LPQMS Masjid Syuhada Dampingi Lansia di Bantaran Kali Code

YOGYAKARTA — Usia senja bukanlah penghalang untuk terus belajar, termasuk dalam mendekatkan diri kepada Al-Qur’an. Semangat inilah yang tercermin dalam kegiatan NASLA (Ngaji Semangat Lansia) LPQ yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Al-Qur’an Masjid Syuhada (LPQMS) pada Rabu (14/10/2026) di kawasan Jetis, tepatnya di sekitar bantaran Sungai Code, Yogyakarta. Melalui kegiatan rutin setiap hari Rabu ini, LPQMS hadir mendampingi warga lanjut usia (lansia) yang ingin belajar membaca Al-Qur’an, termasuk mereka yang belum memiliki kemampuan dasar dalam mengenali huruf-huruf hijaiyah.

Kegiatan NASLA menjadi salah satu ikhtiar Masjid Syuhada melalui LPQMS untuk memperluas akses pembelajaran Al-Qur’an bagi masyarakat. Tidak hanya berlangsung di lingkungan masjid, kegiatan ini juga menjangkau warga di kawasan permukiman bantaran sungai yang membutuhkan ruang belajar yang dekat dengan kehidupan sehari-hari mereka. Dengan mendatangi lingkungan tempat tinggal peserta, pembelajaran diharapkan dapat terasa lebih mudah dijangkau dan memberikan kesempatan bagi para lansia untuk mulai belajar tanpa harus terbebani oleh keterbatasan yang mungkin mereka hadapi.

Bagi sebagian peserta, kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an pada usia lanjut merupakan langkah berharga dalam perjalanan spiritual mereka. Keinginan untuk mengenal huruf hijaiyah, mengeja bacaan, hingga perlahan memahami cara membaca ayat-ayat suci menjadi motivasi yang mendorong mereka untuk terus hadir dalam kegiatan ini. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, NASLA berupaya menciptakan suasana belajar yang ramah, terbuka, dan memberikan ruang bagi setiap peserta untuk berkembang sesuai dengan kemampuan masing-masing.

Upaya memberantas buta huruf Al-Qur’an menjadi tujuan utama dari pelaksanaan kegiatan ini. Kemampuan membaca Al-Qur’an merupakan kebutuhan penting bagi umat Islam, tetapi tidak semua orang memiliki kesempatan untuk mempelajarinya sejak usia dini. Berbagai keadaan dalam perjalanan hidup dapat membuat seseorang baru memiliki kesempatan belajar ketika memasuki usia lanjut. Karena itu, NASLA hadir untuk menegaskan bahwa proses belajar Al-Qur’an tidak dibatasi oleh usia dan setiap orang tetap memiliki kesempatan untuk memulai, memperbaiki bacaan, serta memperdalam kedekatan dengan kitab suci.

Pelaksanaan kegiatan secara rutin setiap hari Rabu menjadi bagian penting dalam menjaga kesinambungan proses pembelajaran. Belajar membaca Al-Qur’an membutuhkan kesabaran, pengulangan, dan pendampingan yang konsisten, terutama bagi peserta yang baru mengenal huruf hijaiyah. Melalui pertemuan berkala, peserta memiliki kesempatan untuk terus berlatih dan mengembangkan kemampuan secara bertahap. Konsistensi tersebut juga menjadi wujud kepedulian LPQMS dalam mendampingi masyarakat agar semangat belajar yang tumbuh dapat terus terpelihara.

Lebih dari sekadar kegiatan belajar membaca, NASLA juga menghadirkan ruang kebersamaan bagi warga lansia di kawasan bantaran Kali Code. Di tengah aktivitas keseharian, kegiatan ini menjadi kesempatan untuk berkumpul, belajar bersama, dan menghidupkan semangat menuntut ilmu agama. Kehadiran program pembelajaran Al-Qur’an di tengah masyarakat menunjukkan bahwa dakwah dapat diwujudkan melalui langkah-langkah sederhana yang menyentuh kebutuhan nyata, salah satunya dengan mendampingi mereka yang selama ini belum mendapatkan kesempatan belajar secara memadai.

Melalui NASLA, Masjid Syuhada melalui LPQMS terus berupaya menghadirkan manfaat Al-Qur’an yang dapat dijangkau oleh berbagai lapisan masyarakat, termasuk warga lanjut usia. Semangat ini sejalan dengan peran masjid sebagai pusat ibadah, pendidikan, dan pelayanan umat yang tidak hanya beraktivitas di dalam bangunan masjid, tetapi juga hadir di tengah kehidupan masyarakat.

Pada akhirnya, NASLA membawa pesan sederhana tetapi bermakna: tidak pernah ada kata terlambat untuk belajar Al-Qur’an. Setiap huruf yang mulai dikenali, setiap bacaan yang perlahan dipelajari, dan setiap langkah yang ditempuh untuk mendekat kepada Allah merupakan bagian dari perjalanan yang patut dihargai. Melalui pendampingan yang berkelanjutan, LPQMS Masjid Syuhada berharap semakin banyak masyarakat memperoleh kesempatan untuk belajar membaca Al-Qur’an, menumbuhkan kecintaan terhadap kitab suci, dan menjadikan usia senja sebagai masa yang tetap dipenuhi semangat menuntut ilmu serta memperkuat keimanan.

--------------------

Humas Syuhada

Sejarah

Masjid bersejarah, penghargaan para pejuang.

Dakwah

Pendidikan

+62851-1702-1952

© 2024. All rights reserved.