Puluhan Pelukis Abadikan Pesona Masjid Syuhada, Pertemukan Seni dan Spiritualitas dalam Satu Kanvas

Pada Ahad (1/11/2026), sekitar 55 pelukis profesional dari Yogyakarta bersama peserta dari unit pendidikan Masjid Syuhada mengikuti kegiatan Melukis Masjid Syuhada, sebuah perjumpaan istimewa antara seni, sejarah, spiritualitas, dan masyarakat.

BERITA

Humas Syuhada

11/2/20262 min read

Foto: Kegiatan Melukis dari depan Masjid Syuhada (01/11/2026)

55 Pelukis Abadikan Pesona Masjid Syuhada, Pertemukan Seni dan Spiritualitas dalam Satu Kanvas

YOGYAKARTA — Pagi itu, Masjid Syuhada tidak hanya dipenuhi oleh jamaah dan aktivitas keagamaan. Sudut-sudut bangunan masjid, halaman, hingga kawasan di sekitarnya menjadi ruang kreativitas bagi puluhan pelukis yang datang membawa kanvas dan kuas. Pada Ahad (1/11/2026), sekitar 55 pelukis profesional dari Yogyakarta bersama peserta dari unit pendidikan Masjid Syuhada mengikuti kegiatan Melukis Masjid Syuhada, sebuah perjumpaan istimewa antara seni, sejarah, spiritualitas, dan masyarakat.

Kegiatan ini turut diramaikan oleh peserta dari unit pendidikan Masjid Syuhada, meliputi KBTK, SD, dan SMP IT. Kehadiran para peserta dari berbagai latar belakang tersebut menghadirkan suasana yang penuh warna sekaligus mempertemukan pengalaman dan cara pandang yang berbeda dalam memaknai sebuah bangunan bersejarah. Setiap peserta membawa kanvasnya masing-masing, lalu mencari sudut terbaik dari berbagai bagian Masjid Syuhada dan lingkungan di sekitarnya untuk diabadikan melalui goresan kuas.

Kegiatan Melukis Masjid Syuhada dibuka dengan sambutan Ketua Umum Yayasan Masjid Syuhada (YASMA), Ir. H. Muhammad Hanief, M.T., serta Koordinator Kegiatan Melukis On The Spot, Prof. Dr. Phil. H. Al Makin, S.Ag., M.A. Kehadiran kegiatan ini menjadi bagian dari upaya bersama untuk menghadirkan Masjid Syuhada sebagai ruang yang terbuka bagi berbagai bentuk aktivitas positif masyarakat, termasuk pengembangan seni dan kebudayaan.

Berbeda dari sebuah pameran yang menampilkan satu sudut pandang, kegiatan melukis secara langsung di lingkungan Masjid Syuhada memberikan kebebasan kepada setiap peserta untuk memilih objek dan perspektifnya sendiri. Ada yang tertarik mengabadikan detail arsitektur, suasana bangunan, lingkungan sekitar, maupun sudut-sudut lain yang memiliki daya tarik tersendiri. Dari satu masjid yang sama, lahirlah beragam karya dengan karakter, warna, dan interpretasi yang berbeda.

Lebih dari sekadar kegiatan menggambar bangunan, Melukis Masjid Syuhada menjadi ruang perjumpaan yang mempertemukan seni dengan nilai-nilai yang hidup di dalam lingkungan masjid. Setiap goresan dapat menjadi cara untuk melihat kembali keindahan sebuah ruang, sementara setiap kanvas menghadirkan cerita tentang bagaimana Masjid Syuhada dimaknai dari sudut pandang yang beragam. Seni dalam kegiatan ini menjadi bahasa yang menjembatani sejarah, spiritualitas, kreativitas, dan kehidupan masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bagian dari rangkaian Launching Pasca Rehabilitasi Masjid Syuhada. Melalui berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat, Masjid Syuhada terus berupaya menghidupkan kembali ruang-ruang kebersamaan dan memperluas makna kehadiran masjid. Masjid tidak hanya diposisikan sebagai tempat pelaksanaan ibadah, tetapi juga sebagai ruang pendidikan, kebudayaan, perjumpaan, dan tumbuhnya kreativitas masyarakat.

Partisipasi puluhan pelukis profesional bersama peserta dari lingkungan pendidikan Masjid Syuhada menjadi gambaran bahwa sebuah masjid dapat menjadi titik temu bagi banyak kalangan. Perbedaan usia, pengalaman, dan latar belakang tidak menjadi batas untuk bersama-sama menikmati dan mengabadikan keindahan lingkungan masjid. Dalam suasana yang penuh semangat, kegiatan ini sekaligus memperkenalkan nilai penting dalam merawat warisan sejarah dan kebudayaan melalui pendekatan yang kreatif.

Melalui Melukis Masjid Syuhada, setiap karya yang lahir diharapkan tidak hanya menjadi dokumentasi visual, tetapi juga menjadi bagian dari upaya mengenang dan merawat perjalanan Masjid Syuhada. Goresan yang tercipta pada setiap kanvas menjadi bukti bahwa keindahan sebuah masjid dapat dimaknai dengan berbagai cara, termasuk melalui bahasa seni yang mampu berbicara kepada masyarakat lintas generasi.

Kegiatan ini menjadi salah satu langkah untuk terus menegaskan Masjid Syuhada sebagai masjid bersejarah dan berkebudayaan di Yogyakarta. Dengan membuka ruang bagi masyarakat untuk berkarya dan berjumpa, Masjid Syuhada berharap keberadaannya tidak hanya dikenang sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga terus hidup bersama masyarakat yang merawat nilai, sejarah, dan keindahannya.

Terima kasih kepada seluruh pelukis, peserta, serta semua pihak yang telah mengambil bagian dalam momen istimewa ini. Semoga setiap goresan yang tercipta menjadi cara untuk mengenang, merawat, dan menebarkan keindahan Masjid Syuhada—dari satu kanvas, untuk cerita yang terus hidup lintas generasi.

--------------------------------

Humas Syuhada

Sejarah

Masjid bersejarah, penghargaan para pejuang.

Dakwah

Pendidikan

+62851-1702-1952

© 2024. All rights reserved.