PKMS Masjid Syuhada dan UMBY Gelar Pelatihan Psikologi, Siapkan Relawan untuk Pendampingan Penyintas Bencana
Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana, Pendidikan Kader Masjid Syuhada (PKMS) bekerja sama dengan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan Pelatihan Psikologi “Menemukan Makna di Tengah Bencana”
BERITA
Humas Syuhada
9/7/20262 min read
Foto: Pemaparan Materi Piskologi oleh Dr. Moordiningsih, M.Si., Psikolog di UC UGM (05/09/2026)
PKMS Masjid Syuhada dan UMBY Gelar Pelatihan Psikologi, Siapkan Relawan untuk Pendampingan Penyintas Bencana
Yogyakarta — Dalam upaya memperkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam menghadapi dampak bencana, Pendidikan Kader Masjid Syuhada (PKMS) bekerja sama dengan Universitas Mercu Buana Yogyakarta (UMBY) menyelenggarakan Pelatihan Psikologi “Menemukan Makna di Tengah Bencana”. Kegiatan ini dirancang sebagai ruang pembelajaran sekaligus peningkatan kapasitas bagi peserta agar mampu memberikan dukungan kepada saudara-saudara yang terdampak bencana, bukan hanya dalam aspek pemenuhan kebutuhan fisik, tetapi juga dalam menghadapi dampak psikologis yang mungkin muncul setelah bencana.
Pelatihan tersebut dilaksanakan pada Sabtu (5/9/2026) mulai pukul 08.00 hingga 12.00 WIB, bertempat di Ruang Nusantara, University Club Hotel UGM. Mengusung pendekatan psikologi yang aplikatif, kegiatan ini memberikan bekal kepada peserta mengenai keterampilan dasar konseling serta metode pendampingan yang dapat digunakan dalam konteks kebencanaan. Hal tersebut menjadi penting mengingat kondisi pascabencana sering kali tidak hanya meninggalkan kerusakan secara fisik, tetapi juga dapat menghadirkan tekanan emosional, kehilangan, kecemasan, maupun berbagai pengalaman traumatis bagi para penyintas.
Untuk memperkuat materi pelatihan, kegiatan menghadirkan tiga pemateri yang memiliki latar belakang dan kompetensi di bidang psikologi, yakni Dr. Moordiningsih, M.Si., Psikolog, Nanda Yunika Wulandari, M.Psi., Psikolog, dan Astri Fatwasari, M.Psi., Psikolog. Para peserta mendapatkan pembekalan yang diarahkan pada kemampuan praktis sehingga ilmu yang diperoleh tidak berhenti pada pemahaman teoritis, tetapi dapat menjadi bekal ketika terjun langsung dalam kegiatan kerelawanan dan pendampingan masyarakat terdampak bencana.
Salah satu materi utama dalam pelatihan adalah basic counseling skills atau keterampilan dasar konseling. Kemampuan ini diharapkan dapat membantu peserta memahami cara berkomunikasi dan mendampingi seseorang secara lebih tepat, terutama ketika berhadapan dengan individu yang sedang berada dalam kondisi sulit. Peserta juga diperkenalkan dengan Art as Therapy, yaitu pendekatan yang memanfaatkan aktivitas seni sebagai salah satu media dalam proses pendampingan psikologis, serta Logoanalysis yang membantu seseorang menemukan dan membangun pemaknaan dalam pengalaman hidup yang dihadapi.
Pemilihan tema “Menemukan Makna di Tengah Bencana” menjadi relevan dengan tujuan besar kegiatan, yakni membangun perspektif bahwa proses pemulihan setelah bencana tidak hanya membutuhkan bantuan material, tetapi juga pendampingan manusiawi yang mampu membantu penyintas menghadapi pengalaman sulit dan menemukan kembali harapan. Melalui keterampilan yang diberikan, peserta diharapkan memiliki kepekaan yang lebih baik dalam melihat kebutuhan psikologis masyarakat serta mampu memberikan respons awal yang tepat sesuai kapasitasnya sebagai relawan.
Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya PKMS dan UMB dalam menyiapkan sumber daya manusia yang memiliki kepedulian sekaligus keterampilan untuk terlibat dalam berbagai momentum kebencanaan. Peserta diharapkan tidak hanya memperoleh pengetahuan baru, tetapi juga memiliki kesiapan untuk menjadi bagian dari jejaring relawan kebencanaan yang mampu hadir ketika masyarakat membutuhkan dukungan. Dengan demikian, semangat kerelawanan dapat dibangun di atas kepedulian yang disertai kompetensi.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kapasitas peserta, pelatihan ini dilaksanakan secara gratis dengan kuota terbatas sebanyak 30 peserta. Peserta juga memperoleh sejumlah fasilitas berupa sertifikat, snack, dan makan siang selama kegiatan. Terbatasnya jumlah peserta diharapkan dapat mendukung proses pembelajaran yang lebih intensif dan memungkinkan peserta mengikuti rangkaian materi serta praktik secara optimal.
Melalui kolaborasi antara PKMS Masjid Syuhada dan Universitas Mercu Buana, Pelatihan Psikologi “Menemukan Makna di Tengah Bencana” diharapkan menjadi langkah nyata dalam memperluas kontribusi kader dan masyarakat dalam bidang kemanusiaan. Sebab, membantu korban bencana bukan hanya tentang hadir membawa bantuan, tetapi juga tentang hadir sebagai manusia yang mampu mendengarkan, memahami, dan memberikan dukungan secara tepat. Dari pelatihan ini, diharapkan lahir relawan-relawan yang tidak hanya tanggap terhadap kebutuhan fisik penyintas, tetapi juga mampu memberikan perhatian terhadap sisi psikologis dan kemanusiaan mereka.
-----------------------
Humas Syuhada
Sejarah
Masjid bersejarah, penghargaan para pejuang.
Dakwah
Pendidikan
+62851-1702-1952
© 2024. All rights reserved.
