Gebyar Maulid Nabi di Masjid Syuhada Hadirkan Khataman, Kajian, hingga Wayang Da’wah
Semangat kecintaan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ mewarnai pelaksanaan Gebyar Maulid Nabi Muhammad ﷺ Masjid Syuhada yang digelar pada Selasa (25/8/2026).
BERITA
Humas Syuhada
8/31/20262 min read
Foto: Semaraknya Gebyar Maulid Nabi dengan Pertunjukan Wayang Dakwah di Depan Masjid Syuhada (25/08/2026)
Gebyar Maulid Nabi di Masjid Syuhada Hadirkan Khataman, Kajian, hingga Wayang Da’wah
Yogyakarta — Semangat kecintaan kepada Rasulullah Muhammad ﷺ mewarnai pelaksanaan Gebyar Maulid Nabi Muhammad ﷺ Masjid Syuhada yang digelar pada Selasa (25/8/2026). Rangkaian kegiatan berlangsung dengan penuh semangat, khidmat, dan kebersamaan, menghadirkan berbagai bentuk kegiatan keislaman yang memadukan pembinaan spiritual, kajian keilmuan, serta pendekatan budaya dalam dakwah. Melalui rangkaian tersebut, jamaah diajak untuk kembali mengenal perjalanan dan keteladanan Rasulullah ﷺ sekaligus menjadikan akhlak beliau sebagai inspirasi dalam kehidupan sehari-hari.
Rangkaian Gebyar Maulid diawali dengan Khataman Al-Qur’an yang melibatkan jamaah umum dengan pembacaan Juz 1 hingga Juz 30. Kegiatan yang dimulai pada pukul 15.30 WIB hingga selesai tersebut menjadi momentum bagi jamaah untuk menghidupkan suasana masjid dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an. Selain menghadirkan ketenangan dan keberkahan, kegiatan khataman juga menjadi bentuk ikhtiar untuk menumbuhkan kecintaan masyarakat terhadap Al-Qur’an. Untuk menambah kenyamanan dan kebersamaan jamaah, panitia turut menyediakan konsumsi berupa makanan dan es teh secara gratis bagi peserta.
Memasuki waktu malam, rangkaian dilanjutkan dengan Kajian Maulid yang menghadirkan Ustadz M. Yaser Arafat sebagai pemateri. Kajian yang dimulai sekitar pukul 18.10 WIB tersebut mengangkat tema “Cara Orang Jawa dalam Memuliakan Nabi”. Tema tersebut menjadi ruang bagi jamaah untuk memahami bagaimana kecintaan kepada Rasulullah ﷺ dapat diekspresikan melalui tradisi, budaya, dan kearifan lokal masyarakat Jawa, selama tetap berada dalam koridor nilai-nilai keislaman. Kajian tidak hanya mengajak jamaah mengenang Rasulullah ﷺ, tetapi juga melihat bagaimana nilai kecintaan kepada beliau dapat hidup dan diwariskan melalui kehidupan masyarakat.
Tidak berhenti pada kajian keagamaan, Masjid Syuhada kemudian menghadirkan Pengajian Wayang Da’wah pada pukul 19.30 WIB hingga selesai. Kegiatan ini menghadirkan Ustadz Ahmad Tukiran Maulana atau yang dikenal sebagai Da’i Patroli. Melalui pendekatan seni dan budaya wayang, dakwah dikemas dengan cara yang lebih komunikatif dan dekat dengan kehidupan masyarakat. Konsep tersebut menjadi salah satu upaya menghadirkan pesan-pesan keislaman melalui medium budaya yang telah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Indonesia, khususnya Jawa.
Antusiasme jamaah semakin terasa sepanjang rangkaian kegiatan. Tidak hanya memperoleh ilmu dan nasihat keagamaan, jamaah juga diajak menikmati suasana kebersamaan melalui sajian konsumsi yang disediakan panitia. Pada agenda Pengajian Wayang Da’wah, panitia turut menyediakan bakwan kawi secara gratis bagi jamaah. Kehadiran berbagai fasilitas pendukung tersebut menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana kegiatan yang hangat, akrab, dan menyenangkan bagi masyarakat yang hadir.
Rangkaian kegiatan Gebyar Maulid Nabi Muhammad ﷺ di Masjid Syuhada menjadi gambaran bahwa peringatan Maulid dapat dikemas dalam berbagai bentuk yang edukatif dan relevan. Al-Qur’an menjadi sumber utama penguatan spiritual, kajian menjadi ruang memperdalam pemahaman, sementara budaya menjadi medium untuk menyampaikan pesan dakwah secara kreatif. Ketiganya dipertemukan dalam satu momentum untuk menghidupkan kembali kecintaan kepada Rasulullah ﷺ di tengah masyarakat.
Melalui kegiatan tersebut, Masjid Syuhada berharap peringatan Maulid Nabi tidak berhenti sebagai sebuah perayaan tahunan, tetapi menjadi momentum untuk melakukan refleksi dan memperbaiki diri. Kecintaan kepada Rasulullah ﷺ diharapkan tidak hanya diwujudkan melalui lisan dan seremonial, melainkan juga melalui upaya meneladani akhlak, perjuangan, kasih sayang, dan keteguhan beliau dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat “Al-Qur’an dilantunkan, ilmu dan hikmah disampaikan, dakwah dikemas melalui budaya, dan jamaah berkumpul dalam satu cinta kepada Rasulullah ﷺ,” Gebyar Maulid Nabi Masjid Syuhada menjadi salah satu ikhtiar untuk menghadirkan dakwah yang dekat dengan umat sekaligus memperkuat fungsi masjid sebagai ruang ibadah, ilmu, budaya, dan kebersamaan masyarakat.
----------------------
Humas Syuhada
Sejarah
Masjid bersejarah, penghargaan para pejuang.
Dakwah
Pendidikan
+62851-1702-1952
© 2024. All rights reserved.
