Corps Dakwah Masjid Syuhada Hadirkan OTS Pojok Masjid Kembali, Ajak Anak Muda Memaknai Keterpurukan

Kajian keislaman tak selalu harus berlangsung di dalam ruang masjid dengan suasana yang formal. Menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian anak muda, Masjid Syuhada kembali menggelar Ngaji On The Street (OTS) Pojok Masjid pada Jumat (9/10/2026).

BERITA

Humas Syuhada

10/12/20262 min read

Foto: Ngaji OTS Pojok Masjid di Halaman Utara Masjid Syuhada (09/10/2026)

Bukan Sekadar Kajian di Dalam Masjid, Ngaji OTS Pojok Masjid Syuhada Ajak Anak Muda Berdamai dengan Keterpurukan

YOGYAKARTA — Kajian keislaman tak selalu harus berlangsung di dalam ruang masjid dengan suasana yang formal. Menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dengan keseharian anak muda, Masjid Syuhada kembali menggelar Ngaji On The Street (OTS) Pojok Masjid pada Jumat (9/10/2026). Kali ini, kegiatan tersebut hadir dengan suasana dan lokasi baru yang mengusung konsep kajian luar ruang (outdoor), berpadu dengan nuansa tongkrongan anak muda yang santai, akrab, dan terbuka.

Mengusung semangat inklusivitas dalam berdakwah, Ngaji OTS Pojok Masjid menjadi salah satu upaya Masjid Syuhada untuk menghadirkan ruang belajar agama yang lebih dekat dengan berbagai kalangan, khususnya generasi muda. Melalui konsep yang berbeda dari kajian pada umumnya, kegiatan ini berupaya menghapus sekat antara aktivitas nongkrong dan kegiatan menuntut ilmu. Anak muda diajak untuk menjadikan kajian bukan sekadar agenda keagamaan yang formal, melainkan juga ruang untuk berbagi cerita, merenungkan kehidupan, dan menemukan perspektif baru dalam menghadapi berbagai persoalan.

Pada penyelenggaraan kali ini, Ngaji OTS Pojok Masjid menghadirkan Ustaz Tajul Muluk, M.Ag., dengan Alifian Al Lailul Haadi, S.E., sebagai moderator. Keduanya mengajak peserta menyelami tema yang dekat dengan realitas kehidupan manusia, terutama generasi muda yang tengah berhadapan dengan ketidakpastian, tekanan hidup, serta berbagai pengalaman yang tidak selalu berjalan sesuai harapan. Kajian kali ini mengangkat tema “Sebagaimana Kita Jatuh, Kita Tak Punya Kuasa”, sebuah tajuk reflektif yang mengundang peserta untuk memandang keterpurukan dari sudut pandang yang lebih mendalam.

Tema tersebut membawa peserta pada perenungan bahwa dalam perjalanan hidup, manusia tidak selalu memiliki kendali atas segala sesuatu yang terjadi. Ada masa ketika rencana tidak berjalan sebagaimana mestinya, harapan harus berhadapan dengan kenyataan, dan usaha yang telah dilakukan belum menghasilkan sesuatu yang diinginkan. Dalam situasi seperti itu, keterpurukan dapat menjadi pengalaman yang mengguncang, tetapi sekaligus membuka ruang bagi manusia untuk mengenali keterbatasan dirinya. Melalui kajian ini, peserta diajak untuk melihat bahwa jatuh bukanlah sesuatu yang sepenuhnya dapat dihindari, sebab ada hal-hal dalam kehidupan yang berada di luar kuasa manusia.

Suasana kajian yang dikemas secara santai di ruang terbuka turut memberikan warna tersendiri bagi jalannya kegiatan. Dengan konsep yang lebih dekat dengan budaya tongkrongan, peserta dapat mengikuti kajian dalam atmosfer yang cair tanpa kehilangan esensi pembahasan keislaman. Antusiasme anak-anak muda yang hadir menunjukkan bahwa pendekatan dakwah yang kreatif dan relevan dengan kehidupan sehari-hari memiliki ruang tersendiri untuk menarik minat generasi muda dalam mendalami agama. Kajian pun menjadi kesempatan untuk berhenti sejenak dari rutinitas, mendengarkan refleksi, dan memaknai kembali berbagai pengalaman hidup yang selama ini mungkin terasa berat untuk dijalani.

Penyelenggaraan Ngaji OTS Pojok Masjid dengan suasana dan tempat yang baru ini sekaligus menegaskan komitmen Masjid Syuhada untuk terus mengembangkan pendekatan dakwah yang adaptif terhadap kebutuhan masyarakat. Masjid tidak hanya dihadirkan sebagai tempat ibadah, tetapi juga sebagai ruang perjumpaan, pembelajaran, dan pertumbuhan bersama. Dengan membuka ruang kajian dalam format yang lebih fleksibel dan akrab, Masjid Syuhada berupaya merangkul anak muda agar semakin dekat dengan lingkungan masjid serta merasa memiliki ruang untuk belajar, bertanya, dan bertumbuh secara spiritual.

Pada akhirnya, melalui Ngaji OTS Pojok Masjid, Masjid Syuhada ingin menunjukkan bahwa mendekatkan anak muda kepada kajian Islam dapat dilakukan dengan cara yang beragam, tanpa mengurangi kedalaman nilai yang disampaikan. Di tengah kehidupan yang penuh ketidakpastian, kajian seperti ini menjadi ruang untuk merenungi keterbatasan manusia sekaligus mencari pijakan dalam menjalani kehidupan. Sebab, ketika seseorang tidak selalu memiliki kuasa atas bagaimana ia jatuh, ia tetap dapat belajar memahami kejatuhannya dan menemukan makna dari perjalanan yang sedang dijalani.

------------------

Humas Syuhada

Sejarah

Masjid bersejarah, penghargaan para pejuang.

Dakwah

Pendidikan

+62851-1702-1952

© 2024. All rights reserved.